Di lain waktu….dengan mengantongi uang 8 dirham, suatu hari Rasulullah SAW bermaksud belanja gamis dan peralatan dapur ke pasar. Belum lagi sampai di pasar, beliau mendapati seorang wanita sedang menangis tersedu sedu di pinggiran jalanan.
“Wahai wanita, mengapa engkau menangis ?” sapa Rasul kepadanya.
Sambil terisak isak si wanita menjawab, “Aku seorang budak. Aku telah kehilangan uang 2 dirham milik tuanku, karena itu aku pasti akan dideranya.”
Mendengar penuturan orang tersebut, seketika Nabi Muhammad merogoh kantongnya. Beliau mengeluarkan 2 dirham dan memberikan kepada si wanita malang tersebut.
“Ambilah dan serahkan pada tuanmu tanpa perlu bercerita bahwa kamu telah kehilangan uang” kata Nabi.
Bukan main girangnya budak wanita itu ‘ “Alhamdulillah, terima kasih…terima kasih” katanya bertubi tubi sambil menciumi uang 2 dirham yang diterimanya.
Dengan sisa uang 6 dirham, Rasulullah memasuki pasar, beliau mendengar seorang pengemis tua berseru kepada khalayak pasar, “Barangsiapa memberiku pakaian, Allah akan mendadaninya kelak” Rasulullah memperhatikan lelaki tersebut. Pakaian memang lusuh dan compang camping, tak pantas lagi sebenarnya dipakai. Tanpa pikir panjang, beliau melepas gamis yang baru dibelinya, kemudian memberikannya pada si pengemis.
Seperti si wanita tadi, pengemis inipun bertubi tubi mengucapkan terima kasih atas kebaikan budi Rasulullah SAW.
Tersenyum karena telah menyenangkan hati orang, lalu beliau melangkah pulang. Tapi, rupanya masih ada lagi yang mencegat langkah beliau.
Di jalan, Rasulullah kembali mendapati budak wanita yang tadi kehilangan uang. Wanita itu masih juga bermuram durja.
“Mengapa engkau belum pulang jua ?” ujar Rasulullah kepadanya.
“Aku takut pulang. Aku khawatir akan dihukum karena terlambat pulang.” katanya memelas.
” Ya sudahlah..ayo kuantar engkau pulang.” kata Nabi. Utusan Allah lalu melangkah mengiringi si budak kembali ke rumah tuannya.
Sesampainya di rumah yang dituju, Nabi dengan suaranya yang khas mengucapkan salam. Sekali…dua kali..belum juga ada jawaban dari dalam rumah. Padahal beliau tahu, kalau ada orang di dalam rumah dan pasti sudah mendengar salamnya.
Baru pada salam yang ketiga, terdengar jawaban penghuni rumah dan pintu rumah itu terbuka. Lalu muncullah sesosok perempuan menyambut mereka.
“Mengapa engkau tidak segera menjawab salamku, Padahal semestinya engkau sudah mendengarnya ?’ beliau penasaran.
“Maafkan aku ya Rasul. Begitu mendengar suaramu, sengaja aku tidak menjawab slam pertama dan keduamu agar aku mendapat doamu sebanyak tiga kali.” jawab tuan rumah sambil tersipu.
Rasulullah hanya tersenyum mendengar akal akalan tuan rumah. Selanjutnya beliau menyampaikan maksud kedatangannya.
Setelah menuturkan kejadian yang menimpa budak wanita, lalu Rasulullah SAW berkata pada sang tuan, “Jika budakmu ini dianggap bersalah dan perlu dihukum, biarlah aku saja yang menerima hukumaannya”.
Mendengar ucapan beliau, penghunirumah terkesima. Sesaat ia seperti tak percaya, seorang Rasul bersedia menebus kesalahan seorang budak yang tidak dikenalnya.
“Sedangkan aku yang sudah sekian lama dibantunya masih tega menghukum atas kesalahannya,” batin wanita tuan rumah. Kesadarannya bangkit, sehingga akhirnya ia berkata : “wahai budak yang telah kubeli ribuan dirham, sejak ini engkau merdeka karena Allah,”
Betapa bahagianya Rasulullah mendengar pernyataan tuan putri. Beliau sangat bersyukur, hari itu dengan uang 8 dirham dapat memberi maslahat yang laur biasa bagi umatnya. Tapi, semuamya tak mungkin terjadi tanpa takdir Nta. Karena itulah dalam syukurnya Rasululah SAW berkata : ” Tiadalah aku pernah melihat 8 dirham sedemikian besar keberkahannya daripada 8 dirham yang ini. Allah telah memberi ketentraman bagi orang yang ketakutan, memberi pakaian orang yang telanjang, dan membebaskan seorang budak belian.”
Dikutip dari buku : DAHSYATNYA SEDEKAH
http://kisahsedekah.com/berkah-8-dirham/