Orang jawa sangat teliti untuk mencari hari baik,kususnya untuk
melakukan upacara perkawinan dan acara ijab qabul kedua pasangan yang
akan melakukan pernikahan.jangan sampai ketepatan hari buruk atau hari
naas nya tahun maupun naas nya bulan.supaya kedua mempelai hidup tentram
rukun rumah tangganya.berikut ini kami kutipkan dari primbon jawa.alo
beciking sasi kanggo ijabing pengantin atau baik buruknya bulan untuk
ijab pengantin.langsung kami terjemahkan dalam bahasa indonesia
saja.biar mudah di pahami.
- Sura: sering cek-cok,dapat kerusakan.-jangan sampai di pakai bulan ini.
- Sapar.Kekurangan,kaya hutang-bisa di pakai.
- Mulud. Mati salah satu-jangan sampai di pakai.
- Rabiulahir: sering di bicarakan orang dan sering mendapat jelek-bisa di pakai.
- Jumadilawal: Sering kehilangan,ketipu,sering bertengkar-Bisa di pakai.
- Jumadilakir: kaya akan mas dan perak-Sangat Baik di pakai.
- Rajeb: Kaya anak dan selamat-bisa di pakai.
- ruwah: selamat di segalanya-bisa di pakai.
- Pasa: Cilaka besar-jangan di pakai.
- sawal: Kekurangan dan kaya hutang-Bisa di pakai.
- Dulkaidah: kering,sering kesusahan akibat saudara sendiri-jangan di pakai.
- Besar: Kaya dapat tentram dan rahayu-Sangat Baik di pakai
Keterangan: Yang baik untuk ijabinya pengantin yaitu bulan
Jumadilakir,rejeb,ruwah dan besar.sementara itu kalau dalam satu bulan
tersebut ada harinya selasa kliwon,lebih baik lagi jika di bulan itu ada
harinya jemuah kliwon.akan tetapi jika tidak ada hari selasa kliwon
bulan tersebut lalu di hitung bulan yang kurang baik dan tidak bisa
untuk ijabnya pengantin.
Kalau perlu,lebih baik pakai bulan yang kurang baik yaiku
sapar,rabiulahir,jumadilawal atau sawal.akan tetapi jika bulan tersebut
ada harinya selasa kliwon,alangkah baiknya jika ada harinya selasa
kliwon juga ada harinya jumat pon.itu yang sangat bagus sekali.
(Sumber kitab primbon bataljemur adammakna).